Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tag Populer

Dauroh Siroh Nabawiyyah Sesi 4




Ahad, 15 September 2019



Di Masjid Al-Hidayah, Perumahan Cipageran Asri, Cimahi Utara, Kota Cimahi Jawa Barat




Ketika penduduk Yatsrib telah siap dengan segenap jiwa raga menerima
kedatangan Rasulullah saw dan para sahabat untuk hijrah, sebagaimana itu
diantara butir bai'at Aqabah kedua, maka hijrahlah Rasulullah saw dan
para sahabat.



Rasulullah saw menyuruh para sahabat untuk
berangkat lebih dulu, karena beliau lebih mendahulukan keselamatan para
sahabatnya. Maka setelah bai'at Aqabah itu para sahabat secara beruntun
dan sembunyi-sembunyi berangkat hijrah. Bahkan ada sahabat yang lebih
dulu hijrah sebelum bai'at Aqabah kedua, yaitu Abu Salamah. Setelah dua
bulan lebih, tak tersisa lagi sahabat di Mekkah kecuali Rasulullah saw
beserta keluarga, Abu Bakar dan keluarga, Ali dan para sahabat yang
ditahan.



Hijrah adalah tantangan yang butuh perjuangan dan
pengorbanan. Seperti Suhaib bin Sinan Ar-Rumi yang meninggalkan seluruh
hartanya. Begitupun sahabat lainnya, yanh meninggalkan harta dan
keluarga, bahkan harta mereka dirampas. Umar bin Khattab dengan
keberaniannya menantang orang kafir yang mau menghalanginya, tapi tak
ada satupun yang berani. Iyas bin Abi Rabah yang menemani Umar kembali
dipasung tak jadi hijrah karena ditipu oleh Abu Jahal.



Sementara
Rasulullah saw sedang berada dalam ancaman. Orang kafir bersepakat
membunuh beliau dengan tebasan pedang sebelas orang dari setiap kabilah.



Kamis, 26 Shafar 1 H, orang kafir bermusyawarah. Malam harinya
27 Shafar mereka mengepung rumah beliau. Beliau keluar tanpa mereka
lihat dan menyuruh Ali untuk tidur di tempat beliau, mereka terkecoh.
Beliau bertemu Abu Bakar lalu menuju gua Tsur. Ali diamanahi oleh beliau
untuk menyampaikan amanah mengembalikan barang titipan orang Quraisy
kepada pemiliknya.



Tiga malam (27-29) berada di gua Tsur dengan
peran Abu Bakar dan keluarganya. Melindungi beliau di dalam gua, mencari
informasi oleh Abdullah bin Abi Bakar, menyiapkan makanan oleh Asma
binti Abi Bakar, mengembalakan kambing untuk diperah susunya dan
menghilangkan jejak kaki Abdullah oleh Amir bin Fuhairah pembantu Abu
Bakar, menyiapkan dua unta terbaik dan penunjuk jalan.




Seminggu perjalanan ke Yatsrib (1-8) Rabi'ul Awwal. Banyak kisah di
perjalanan. Tiba di Quba, dibangunlah masjid pertama dalam Islam.
Setelah empat hari di Quba, 12 Rabi'ul Awwal menuju penduduk Yatsrib.
Sejak itulah nama Yatsrib (yang berarti mencela) diubah menjadi
Madinatur Rasul (kota Rasul) yang disingkat menjadi Madinah.



Tahun 1 H adalah masa pendirian dan peletakan dasar-dasar negara Islam. Beliau melakukan :


-membangun masjid Nabawi sebagai pusat kegiatan
-mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshar
-membuat piagam Madinah yang berisi perja jian dengan sesama muslim dan pihak Yahudi Madinah
-membangun pasar khusus muslimin sebagai kekuatan ekonomi
-menyiapkan strategi perang
-melaksanakan syariat-syariat awal




Periode Madinah secara umum adalah pelaksanaan berbagai syariat dan
sistem Islam. Kita akan tercengang melihat hebatnya amal yang dilakukan
oleh Rasulullah saw dan para sahabat di periode Madinah ini. Tapi kita
akan paham, bangunan amal yang kokoh dan menjulang tinggi itu, oleh
sebab pondasi keimanan dan karakter yang kuat yang sudah ditanamkan
selama periode Mekkah.



Uraian yang disambung visualisasi film
Umar. Semoga menambah kepahaman kita kepada perjalanan hidup yang mulia
ini, dan menjadi bukti kecintaan dan tekad kuat kita mengikuti jejak
langkah sunnah beliau. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.



Yang selalu faqir ilmu, Muhammad Atim.