Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tag Populer

Ilmu Ushul Tafsir










Sebelum masuk mengkaji ilmu Tafsir Al-Qur'an, sebagai ilmu yang sangat
luas, tak pernah habis digali di setiap zaman, keajaibannya tidak pernah
berhenti, berisi lautan ilmu, yang mampu menjawab segala permasalahan,
keresahan, kebimbangan dan kerumitan hidup manusia, seyogyianya
hendaklah mempelajari terlebih dahulu yang disebut dengan ilmu Ushul
Tafsir. Berisi pemahaman menyeluruh tentang isi Al-Qur'an. Memang hampir
sama dengan ilmu Ulumul Qur'an, tetapi Ushul Tafsir lebih difokuskan
kepada yang berkaitan dengan penafsiran Al-Qur'an, karena ilmu Ulumul
Qur'an juga sangat luas cakupannya.



Ilmu Ushul Tafsir ini
rujukannya adalah muqaddimah-muqaddimah yang ditulis oleh para ulama
yang menulis tafsir dalam kitab mereka. Tentu yang dimaksud adalah
muqaddimah ilmu, bukan muqaddimah kitab. Karena muqaddimah kitab adalah
semacam pengantar lahirnya kitab tersebut.

Ada banyak kitab
tafsir yang memuat muqaddimah ilmu Ushul Tafsir, dari yang ringkas
hingga yang tebal. Biasanya disesuaikan dengan muatan tafsirnya sendiri.
Yang cocok untuk dijadikan panduan tentu saja yang ringkas. Dalam hal
ini yang direkomendasikan adalah Muqaddimah Ibnu Juzai Al-Kalbi
Al-Gharnathi dalam Tafsirnya At-Tashil li 'Ulum At-Tanzil. Selain kitab
tafsirnya cocok dijadikan panduan pembelajaran tafsir, karena ringkas
namun berusaha menuangkan dan merangkum tafsir dari berbagai tinjauan
disiplin ilmu (fann), muqaddimahnya pun layak untuk dijadikan panduan
dalam ilmu Ushul Tafsir. Muqaddimahnya berisi dua muqaddimah. Yang
pertama berisi 12 bab sebagai ushul tafsir. Dan yang kedua berisi kamus
kosa kata yang sering muncul di dalam Al-Qur'an, sebagai bagian dari
ilmu Gharibul Qur'an.



Adapun muqaddimah yang cukup panjang lebar
dalam kitab tafsir lain, bisa dijadikan sebagai bahan muthala'ah. Yang
rekomended misalnya muqaddimah tafsir Al-Qurthubi dan Ibnu Asyur dalam
kitab tafsirnya At-Tahrir wat Tanwir yang berisi 10 muqaddimah. Juga
muqaddimah tafsir Ibnu Katsir, yang intisarinya sama dengan Ushul Tafsir
yang ditulis oleh Ibnu Taimiyyah. Karena memang ia muridnya Ibnu
Taimiyyah, ia menulis tafsir sesuai dengan manhaj yang ditulis oleh
gurunya, meskipun Ibnu Taimiyyah tidak menulis kitab tafsir secara
khusus dan lengkap, tetapi hanya potongan-potongan saja, yang kini
dikumpulkan dan diberinama Tafsirot Ibnu Taimiyyah.




Alhamdulillah, saya berkesempatan untuk membahas ilmu Ushul Tafsir ini
dari kitab At-Tashil li 'Ulum At-Tanzil bersama para sahabat yang setia
mengikuti, khususnya para peserta yang telah atau sedang mengikuti
program praktek baca kitab. Saat ini telah sampai di pertemuan ke-8 di
bab kedua dan ketiga dari muqaddimah pertama tentang Makiyyah dan
Madaniyyah serta isi kandungan Al-Qur'an.



Membahas kedua tema
ini sangat penting. Agar dipahami tujuan dan maksud-maksud dari suatu
ayat Al-Qur'an. Karena makiyyah dan madaniyyah itu memiliki kekhasan
tersendiri. Lalu apa saja intisari yang terkandung di dalam Al-Qur'an
jika diringkas dan diklasifikasikan. Yang pada intinya keseluruhan isi
Al-Qur'an adalah petunjuk bagi manusia. Dan juga sebagai kurikulum
pendidikan, yang mesti diterapkan dalam mendidik manusia.



(Muhammad Atim)



Uraiannya bisa disimak dalam kajian berikut ini :



Part 1



https://youtu.be/EYygqPpDU0Y



Part 2



https://youtu.be/oLm8U8ACVi0