Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tag Populer

BERDOA DENGAN PUNGGUNG TANGAN

Ustadz AST izin bertanya, bolehkah kita berdo'a dengan
membalik telapak tangan ? Banyak saya lihat orang ketika berdoa tolak bala' dia
membalik tangannya yang tadinya telapak tangannya menghadap keatas dibalik jadi
menghadap ke bawah. Mohon penjelasannya.



Jawaban

Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq



Berdo'a dengan punggung tangan

Ulama empat
madzhab bersepakat bahwa diantara adab-adab dalam berdo'a adalah mengangkat tangan
 atau menengadahkan kedua  tangan. Yakni dengan menjadikan telapak tangan
menghadap kelangit.[1]
Lihat bahasannya di : http://www.konsultasislam.com/2010/01/mengangkat-tangan-ketika-berdoa.html



Adapun tentang membalikkan telapak tangan berlawanan
sebagaimana yang telah disebutkan, ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.
Menurut sebagian ulama dari madzab asy Syafi'i hal ini disunnahkan yakni ketika
berdo'a meminta untuk dijauhkan dari bala dan bencana.[2] Sedangkan Mayoritas ulama
berpendapat tidak ada kesunnahannya melakukan hal tersebut. Bahkan berdoa
dengan punggung tangan di pandang menyelisihi sunnah karena ada larangannya
dari Nabi shalallahu'alaihi wassalam :



إِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ
بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ، وَلَا تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا



 “Apabila kamu
minta kepada Allah maka mintalah kepada-Nya dangan perut telapak tangan kalian.
Janganlah kalian meminta kepada-Nya dengan punggung telapak tangan.”
(HR.
Ahmad dan Abu Dawud)



Adapun kalangan Syafi'iyah yang berpendapat
bolehnya berdo'a dengan punggung tangan untuk do'a tertentu berdalil dengan
hadits berikut ini :



1.     Dari Anas bin Malik :



رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو هَكَذَا بِبَاطِنِ كَفَّيْهِ، وَظَاهِرِهِمَا



"Aku
melihat Rasulullah shalallahu'alaihi wassalam berdo'a begini, yakni dengan telapak
tangannya dan juga adakalanya dengan punggung telapak tangannya."
(HR. Abu Daud)





2.     Dari Khalad bin Sa'id
al Anshari :



أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَأَلَ جَعَلَ بَاطِنَ كَفَّيْهِ إِلَيْهِ، وَإِذَا
اسْتَعَاذَ جَعَلَ ظَاهِرَهُمَا إِلَيْهِ



"Sesungguhnya Nabi shallallahu'alaihi wasallam apabila meminta (berdoa) beliau
menjadikan perut kedua telapak tangannya kepada Allah, dan apabila meminta
perlindungan beliau menjadikan punggung kedua tekapak tangannya kepadaNya.”
(HR. Ahmad)



 



Ketika menjelaskan masalah ini imam Nawawi rahimahullah
berkata :



قال جماعة من أصحابنا وغيرهم السنة في كل
دعاء لرفع بلاء كالقحط ونحوه أن يرفع يديه ويجعل ظهر كفيه إلى السماء وإذا دعا
لسؤال شيء وتحصيله جعل بطن كفيه إلى السماء



"Sebagian dari sahabat kami dan selain
mereka berkata : sunnah dalam setiap doa untuk megangkat tangan; seperti
kemarau dan semisalnya, mengangkat kedua tangannya dan menjadikan punggung
telapak tangan menghadap ke langit.
Dan apabila meminta sesuatu dan untuk mendapatkannya menjadikan telapak tangan bagian dalamnya menghadap ke
langit...”[3]



Demikian juga Khatib as Syarbini rahimullah
berkata :



وهكذا السنة لكل من دعا لرفع بلاء أن يجعل ظهر كفه
إلى السماء، وإذا سأل شيئا عكس ذلك. والحكمة أن القصد رفع البلاء، بخلاف القاصد
حصول شيء فيجعل بطن كفه إلى السماء.



"Demikian
pula disunnahkan bagi setiap orang yang berdo'a supaya diangkatnya bala untuk
menjadikan punggung tangannya ke langit, sedangkan jika meminta sebaliknya
(berupa kebaikan pent) maka yang dihadapkan ke langit adalah telapak tangannya.
Hikmah dari hal ini adalah (dengan punggung tangan ) adalah menolak, sedangkan
dengan telapak tangan menghadap kelangit adalah untuk menerima."[4]



Sedangkan
mayoritas ulama dari madzhab Hanafiyah, Malikiyah, Hanabilah dan juga sebagian
Syafi'iyyah lainnya memaknai hadits-hadits yang menyebutkan Rasulullah berdo'a
dengan punggung tangan adalah bukan karena beliau memaksudkan demikian, tapi
hal itu terjadi karena tingginya beliau dalam mengangkat tangan. Sebagaimana yang dijelaskan
oleh  Al Imam Ibnu Rajab al Hanbali
berikut ini :  
"Hal itu terjadi hanya karena sangat begitu
tegaknya beliau shalallahu'alaihi wassalam mengangkat kedua tangannya
(sehingga) perut kedua telapak tangannya mengarah ke bumi."[5]



Al Mirdawiy al Hanbali berkata
: “Kedua (punggung) telapak tangannya (Nabi) menjadi terarah ke langit karena
tangan diangkat terlalu tinggi, jadi hal ini terjadi bukan sebagai maksud
Beliau. Beliau hanya mengarahkan perut kedua telapak tangannya disertai dengan hanya
mengangkat tangan tinggi-tinggi."[6]



Penutup



Mengenai cara mengangkat tangan dengan membalikkan
punggung tangan ulama berbeda pendapat, sebagian mengatakan disunnahkan
sedangkan mayoritasnya berpendapat sebaliknya. Hal ini karena disebabkan
perbedaan penafsiran atas sebuah hadits Nabi shalallahu'alaihi wassalam sebagaimana
yang telah disebutkan.



Wallahu a'lam.



 










[1] Al Mausu'ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah (45/266)







[2] Mughni Muhtaj (1/167), Tuhfatul Muhtaj (1/486).







[3]Syarh al Nawawi ala Muslim ) 6/190)







[4] Mughni al Muhtaj ( 1/609),







[5] Fath al Bari (9/222).







[6] Al-Inshaf (2/321).