Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tag Populer

Antara Kesulitan dan Kemudahan

 



Sentuhan Kebahasaan Al-Qur'an



Eps 01



 



Oleh : Muhammad Atim



 



فَإِنَّ مَعَ
الْعُسْرِ يُسْرًا



إِنَّ مَعَ
الْعُسْرِ يُسْرًا



 



"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudian." (QS. Al-Insyiroh : 5-6)



Lihatlah penyebutan kata kesulitan dan kemudahan, apakah ada
perbedaan?



Ya, kesulitan diungkapkan dengan kata al-'usr yang menggunakan alif
lam, sedangkan kemudahan diungkapkan dengan kata yusron dengan menggunakan
tanwin.



Apa bedanya antara penyebutan antara alif lam dan tanwin? Orang
akan mengetahui perbedaannya jika ia belajar ilmu Nahwu.



Yang menggunakan alif lam menunjukkan ma'rifah, artinya sudah
diketahui. Sedangkan tanwin menunjukkan nakirah artinya belum diketahui.



Ini memberi makna, bahwa di balik kesulitan yang kita hadapi yang
sudah kita ketahui dan rasakan, ada kemudahan yang belum diketahui. Tapi ia
pasti adanya, karena Allah menegaskannya dalam ayat ini. Untuk itulah kita
mesti optimis bahwa kemudahan itu pasti ada.



Lalu, dalam ilmu Nahwu ada kaidah yang populer



النكرة إذا
تكررت تغيرت



والمعرفة إذا
تكررت توافقت



"Nakirah
itu kalau berulang ia berbeda



Sedangkan
ma'rifah kalau berulang ia sama"



Dalam ayat di atas, kata al-'usr (kesulitan) meskipun terulang dua
kali, karena ia ma'rifah maka sama saja, hakikatnya hanya 1 kesulitan.
Sedangkan kata yusron (kemudahan) karena berbentuk nakirah, dengan diulang dua
kali menunjukan ada 2 kemudahan. Ini menunjukkan, peluang mendapatkan kemudahan
itu lebih besar daripada kesulitan.



 



Tepatlah apa yang disebutkan di dalam atsar -mauquf kepada Umar bin
Khattab, Ibnu 'Abbas dan Ibnu Mas'ud-



 



لَنْ يَغْلِبَ
عُسْرٌ يُسْرَيْنِ



 



"Satu kesulitan tidak akan mampu mengalahkan dua
kemudahan"