Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tag Populer

Manhaj Belajar Aqidah

 


 Sudah maklum dalam tradisi keilmuan Islam, untuk keberhasilan
sebuah pembelajaran mesti mengikuti alur jenjang yang jelas. Paling tidak
melalui tiga level, yang dikenal dengan level pemula (mubtadi), lalu level
pertengahan (muawassit), lalu level tinggi/spesialis (muntahi/mutakhossis).
Penjenjangan keilmuan ini sesuai dengan manhaj Islam, yaitu dapat kita lihat
dalam tafsir surat Ali Imron ayat 79 tentang ulama robbani.



وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ
حُلَمَاءَ فُقَهَاءَ وَيُقَالُ الرَّبَّانِيُّ الَّذِي يُرَبِّي النَّاسَ
بِصِغَارِ الْعِلْمِ قَبْلَ كِبَارِهِ



"Ibnu Abbas berkata : jadilah kalian orang-orang Robbani,
yaitu para ulama dan fuqoha, dan dikatakan Ar-Robbani adalah yang mendidik
manusia dengan ilmu-ilmu yang kecil sebelum ilmu-ilmu yang besar" (Shahih
Bukhari).



Yang saya pahami peran dari ketiga level ini adalah bahwa level
pemula adalah untuk mempelajari intisari/kesimpulan dan penggambaran terhadap
masalah-masalah yang dibahas dalam satu bidang ilmu. Meski dalam level ini guru
tetap menjelaskan dengan dalil-dalil intinya, hanya pembelajar belum dituntut
untuk menguasai dalil-dalilnya. Di level pertengahan, barulah pembelajar lebih
memahami dan menguasai dalil-dalilnya. Dan di level tinggi, pembelajar
mempelajari pendalaman kaidah-kaidah yang rinci serta penerapannya.



Dalam ilmu aqidah, seorang pembelajar pemula hendaklah mempelajari
pokok-pokok dari aqidah Islam, yang telah dirumuskan oleh para ulama dengan
istilah aqidah Ahlus Sunnah untuk membedakan dengan aliran-aliran yang menyimpang.



Hanya, di sini perlu ditegaskan, bahwa ahlus sunnah itu mencakup
tiga madzhab besar, yaitu Atsariyyah/Hanabilah, Asy'ariyyah dan Maturidiyyah.
Mengapa tiga madzhab ini dikategorikan ahlus sunnah? Karena secara pokok
akidah, mereka sama. Perbedaan mereka hanya dalam masalah-masalah yang
memungkinkan adanya ijtihad terhadap nash-nash, yang dapat kita katakan sebagai
masalah ijtihadiyyah dan furu'iyyah dalam aqidah. Misalnya dalam
mengklasifikasikan sifat-sifat Allah, cara menyikapi sifat-sifat Allah yang
terkesan menimbulkan kesamaan dengan makhluk (ihamusy syabah) apakah dengan
tafwid, itsbat makna zhahir atau ta'wil.



Seorang pembelajar pemula atau pertengahan janganlah memulai dengan
perincian masalah ijtihadiyyah dan furu'iyyah aqidah tersebut, karena itu
urusannya para ulama yang telah sampai pada derajat ijtihad, karena belum
memiliki perangkat ilmu yang cukup untuk memahami perdebatan mereka. Apalagi
perdebatan mereka sangat panjang. Khususnya antara kelompok Hanabilah yang
tidak menerima ta'wil dengan kelompok Asy'ariyyah-Maturidiyyah yang menerima
ta'wil dalam menetapkan sifat Allah. Sehingga, hingga zaman sekarang, timbul
sikap ekstrim dari kedua belah pihak dengan saling mengeluarkan dari ahlus
sunnah.



Mulailah dengan pokok-pokok aqidah yang disepakati oleh ketiga
madzhab aqidah tersebut. Yaitu meyakini enam rukun iman, termasuk di dalamnya
dua kalimat syahadat, meskipun mengimaninya dengan pemahaman yang global tanpa
tahu rincian-rinciannya, hal itu sudah cukup sebagai syarat seseorang disebut
beriman. Selain itu, hal pokok dalam aqidah juga menerima dan menetapkan semua
yang datang dari Al-Qur'an dan Sunnah yang shahih yang berkaitan dengan
permasalahan aqidah. Berkaitan dengan sifat Allah, hal yang pokoknya juga
adalah menetapkan setiap yang ada di dalam nash tanpa menolak dan menafikannya
(ta'thil), tidak menyerupakan dengan makhluk (tasybih), dan tidak menggambarkan
bagaimananya (takyif). Jika ada tuduhan bahwa Asy'ariyyah dan Maturidiyyah
menafikan sifat Allah, serta tuduhan bahwa Hanabilah melakukan tasybih, itu
adalah tuduhan yang tidak benar, perlu diluruskan.



Mulailah dari matan-matan yang ringkas dengan dijelaskan
dalil-dalilnya oleh guru. Misalnya yang kami rekomendasikan dan dijadikan
panduan pembelajaran di majelis kami adalah matan Aqidah Al-Qairowaniyyah yang
ditulis oleh Ibnu Abi Zaid Al-Qairowani (310-386 H) rahimahullah sebagai
muqaddimah bagi kitab Ar-Risalah, sebagai kitab fiqih yang beliau tulis dalam
madzhab maliki. Juga matan nazham Mujmal i'tiqod as-salaf yang ditulis oleh
Muhammad Salim 'Adud (1348-1430 H/1929-2009 M) rahimahullah, juga sebagai
muqaddimah bagi nazham beliau terhadap mukhtashar Khalil dalam madzhab Maliki.
Selain itu, kitab lain yang dapat mempresentasikan pendekatan pokok-pokok
aqidah tiga madzhab aqidah tersebut dengan tanpa sikap ekstrim dan fanatik
madzhab adalah kitab Al-Iman, arkanuhu wa haqiqatuhu wa nawaqiduhu yang ditulis
oleh Muhammad Nu'aim Yasin, juga kitab Al-Aqidah Al-Islamiyyah wa robtuha
bisyuabil iman karya Shadiq Al-Ghiryani, juga kitab-kitab lainnya. Dan matan
aqidah Thahawiyyah juga masuk dalam kategori ini.



Di masing-masing ketiga madzhab aqidah ahlus sunnah tersebut juga
sebenarnya ada kitab-kitab untuk pemula, dalam madzhab Hanabilah misalnya
Al-Wasithiyyah Ibnu Taimiyyah, karya Muhammad bin Abdul Wahab seperti
Tsalatsatul Ushul, dll, dalam madzhab Asy'ariyyah ada Aqidatul Awwam, Ummul
Barohin dll, dan dalam madzhab Maturidiyyah ada Al-'Aqoid An-Nasafiyyah. Namun
pengajaran ini mestilah dengan semangat pendekatan (taqrib) di antara sesama
ahlus sunnah. Jangan membesar-besarkan perbedaan, bersikap ekstrim terhadap
yang lain dan fanatik madzhab, yang justru akan melanggengkan permusuhan
diantara sesama muslim.



Ketika sudah melewati level mubtadi dan mutawassit, dan tiba di
level muntahi/mutakhossis, pembelajar aqidah mempelajari kaidah-kaidah secara
mendalam dan penerapannya, apakah itu melalui madzhab Hanbali, Asy'ari maupun
Maturidi, hendaklah dalam rangka untuk membela akidah ahlus sunnah dan
membantah syubhat-syubhat aliran menyimpang (rodusy-syubuhat) seperti aliran
liberal, syiah, dll. Bukan malah menggunakannya untuk terus menerus menyerang
sesama ahlus sunnah, hingga energi kita habis, dan kita umat Islam yang
sebenarnya sama-sama ahlus sunnah, terlihat lemah di hadapan musuh-musuh Islam.



Wallahu A'lam.

Semoga Allah membimbing kita semua.

✍️ Muhammad Atim

Join channel telegram
t.me/butirpencerahan
t.me/maisy_institute

Gabung di group WA
Kajian MAISY

Group 1
https://chat.whatsapp.com/CUXTLOaU4Q14mPdualdt87
Group 2
https://chat.whatsapp.com/HO2zZJItSGe9YR5RZc1HyZ