HUKUMAN MENINGGALKAN ILMU
أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ فِي
المَسْجِدِ وَالنَّاسُ مَعَهُ إِذْ أَقْبَلَ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ، فَأَقْبَلَ
اثْنَانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَذَهَبَ
وَاحِدٌ، قَالَ: فَوَقَفَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ، فَأَمَّا أَحَدُهُمَا: فَرَأَى فُرْجَةً فِي الحَلْقَةِ فَجَلَسَ
فِيهَا، وَأَمَّا الآخَرُ: فَجَلَسَ خَلْفَهُمْ، وَأَمَّا الثَّالِثُ: فَأَدْبَرَ
ذَاهِبًا، فَلَمَّا فَرَغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ: «أَلَا أُخْبِرُكُمْ عَنِ النَّفَرِ الثَّلَاثَةِ؟ أَمَّا أَحَدُهُمْ
فَأَوَى إِلَى اللَّهِ فَآوَاهُ اللَّهُ، وَأَمَّا الآخَرُ فَاسْتَحْيَا
فَاسْتَحْيَا اللَّهُ مِنْهُ، وَأَمَّا الآخَرُ فَأَعْرَضَ فَأَعْرَضَ اللَّهُ
عَنْهُ
“Pada suatu hari Rasulullah ﷺ sedang bermajelis di masjid bersama para shahabat. Lalu datanglah tiga orang. Yang dua orang menghadap
Rasulullah ﷺ dan yang seorang lagi pergi. Yang menghadap kepada beliau berdiri
sejenak di hadapan Rasulullah ﷺ, kemudian satu diantaranya
melihat tempat kosong dalam majelis maka ia duduk di tempat itu. Sedangkan yang
kedua duduk di belakang mereka, sedangkan yang ketiga sudah berbalik pergi.
Setelah
Rasulullah ﷺ selesai dari bermajelis, Beliau bersabda: “Maukah kalian aku beritahu tentang ketiga
orang tadi ? Adapun seorang diantara mereka,
dia meminta perlindungan kepada Allah, maka Allah lindungi dia. Yang kedua, dia
malu kepada Allah, maka Allah pun malu kepadanya. Sedangkan yang ketiga
berpaling dari Allah, maka Allah pun berpaling darinya.” (HR. Bukhari)
FAIDAH :
1.
Hadits diatas menjelaskan tentang
tiga jenis keadaan manusia ketika menyikapi ilmu agama, dua dinyatakan beruntung
dan satu yang celaka.
2.
Yang paling beruntung adalah orang
yang pertama, ia begitu bersungguh-sungguh dengan tidak menyia-nyiakan
kesempatan terbaik untuk meraih ilmu.
Selanjutnya yang juga terhitung masih beruntung adalah
orang yang tetap hadir di majelis ilmu. Hanya saja rasa mindernya menghalangi
dia untuk maksimal. Ia dimaafkan karena udzur rasa malunya.
Dan yang celaka adalah orang ketiga yang
berpaling dari mendapatkan ilmu.
3. Manusia
yang paling rugi
dan celaka adalah
orang yang mendapatkan peluang belajar untuk belajar agama namun ia sia-siakan
begitu saja. Allah telah
membuatnya dekat dengan seseorang
berilmu, bahkan mungkin lembaga agama,
namun ia abaikan begitu saja dan memilih sibuk dengan terus-menerus
mengejar dunia yang tiada habisnya.
4.
Untuk ilmu ia
selalu menghindar. Angannya tertipu dengan alasan yang fikir bisa menjadi udzur
: “Nggak papa nggak belajar agama, Allah kan maha pengampun.” Tapi anehnya jika
urusannya mengejar dunia, dia selalu siap mati-matian dan tidak mau
ketinggalan.
Seandainya
dia mau merenung, rsanya tidak perlu harus
menunggu sidang di Akhirat agar dia tahu, bahwa udzur yang dibuatnya itu adalah
tipuan setan yang akan mencelakannya.
5.
Orang yang
memilih meninggalkan warisan para nabi demi mencari warisan fir’aun dan Qarun.
Maka wajar bila Allah berpaling darinya. Lalu kerugian apa yang lebih besar bagi
seorang hamba dari pada berpalingnya Allah dari dirinya ?
Wallahu a'lam.