Jenjang Pembelajaran Kitab-kitab Fiqih
Oleh : Muhammad Atim
Manhaj pembelajaran fiqih yang layak diterapkan, sebagaimana telah
saya uraikan pada tulisan sebelumnya, adalah memulai dengan fiqih madzhab, lalu
berlanjut ke fiqih muqarin. Berikut ini kitab-kitab panduan utamanya secara
berjenjang.
Madzhab Hanafi
Level Mubtadi (Dasar)
Di level dasar ada dua pilihan metode, pertama jika perlu
mempelajari bab-bab ibadah saja, tanpa mempelajari bab-bab muamalah, maka ada
dua pilihan kitab. Yaitu kitab Nurul Idhah karya Abul Barokat dengan syarahnya
Maraqil Falah yang beliau tulis sendiri. Atau kitab Ithafut Thalib karya Abu
Bakar Al-Mulla dengan syarahnya Minhajur Raghib yang juga beliau tulis sendiri.
Jika dirasa perlu langsung mempelajari semua bab fiqih, maka
matan-matan inti yang menjadi pegangan (mu'tamad) madzhab Hanafi ini ada empat.
Yaitu Bidayatul Mubtadi karya Al-Marginani, Mukhtashar Al-Quduri karya
Al-Quduri, Kanzud Daqaiq karya An-Nasafi dan Al-Mukhtar karya Al-Maushili. Bisa
memilih dari keempat matan tersebut. Jika perlu diurutkan, menurut pandangan
penulis, mulai dari Kanzud Daqaiq, lalu Al-Mukhtar, lalu Mukhtashar Al-Quduri,
lalu Bidayatul Mubtadi. Tentu dipelajari bersama guru yang mutqin, dibarengi
dengan menelaah syarah utamanya (akan penulis sebutkan pada jenjang berikut).
Level Murawasith (Pertengahan)
Di level pertengahan melengkapi pembelajaran keempat matan di atas
dengan mempelajari dan menelaah syarah-syarah intinya. Yaitu Kanzud Daqaiq
syarahnya Al-Bahrur Raiq karya Ibnu Nujaim, Al-Mukhtar syarahnya Al-Ikhtiyar li
ta'lilil Mukhtar ditulis oleh penulis matannya, mukhtashar Al-Quduri syarahnya
Al-Lubab fi syarhil Kitab karya Abdul Ghani Al-Ghunaimi dan Bidayatul Mubtadi
syarahnya Al-Hidayah yang ditulis oleh penulis matannya.
Level Muntahi (Akhir)
Di level akhir mempelajari kitab yang lebih tinggi yaitu Al-Bada'i
Ash-Shana'i fi Tartib Asy-Syaro'i yang ditulis oleh Al-Kasani sebagai syarah
terhadap kitab Tuhfathul Fuqaha yang ditulis oleh Alauddin As-Samarqandi.
Juga mempelajari kitab Hasyiah Ibnu Abidin (puncak muhaqqiq di
madzhab Hanafi) terhadap Ad-Dur Al-Mukhtar syarah Tanwiril Abshar.
Selain itu dipelajari juga kitab Al-Mabsuth karya As-Sarakhsi,
kitab di level tinggi yang didalamnya memuat perbedaan dengan madzhab lain dan
penguat-penguat dalil madzhab Hanafi. Sehingga kitab ini tergolong kitab Fiqih
Muqarin.
Madzhab Maliki
Level Mubtadi
Di level dasar, jika mempelajari bab-bab ibadah saja bisa memulai
dengan matan Al-Akhdhari dengan syarah Minahul 'Ali karya Muhammad bin Muhammad
Salim Al-Majlisi Asy-Syanqithi atau matan Ibnu Asyir dengan syarahnya Ad-Dur
Ats-Tsamin karya Muhammad bin Ahmad Mayyaroh.
Jika langsung mempelajari fiqih lengkap, bisa mempejari matan
Ar-Risalah karya Ibnu Abi Zaid Al-Qairawani dengan syarah Tanwirul Maqalah
karya At-Tatai, juga syarah Masalikud Dilalah karya Ahmad Shadiq Al-Ghumari
Level Mutawasith
Di level pertengahan mempelajari matan Kifaful Muhtadi karya
Muhammad Maulud bin Ahmad Fal dan syarahnya Maramul Mujtabi karya Muhammad
Hasan bin Ahmad Khadim
Level Muntahi
Di level ini mempelajari matan mukhtashar Khalil dengan beberapa
syarahnya, yaitu Al-Kharsyi dan hasyiah Al-'Adawi, syarah Az-Zurqani dengan
hasyiyah Al-Bannani dan Ar-Rahuni, syarah Al-Hathab, syarah At-Taj wal Iklil
karya Al-Muwaq
Selain itu, juga mempelajari kitab Adz-Dzakhirah karya Al-Qarafi,
dan juga kitab Al-Mudawwanah.
Baru kemudian mempelajari kitab fiqih muqarin dari fiqih madzhab
Maliki, yaitu kitab Bidayatul Mujtahid dan Al-Isyraf karya Qadhi Abdul Wahhab
Madzhab Syafi'i
Level Mubtadi
Jika hanya bab-bab ibadah saja, bisa mempelajari matan Safinatun
Naja karya Salim bin Samir Al-Hadhrami dengan syarah Nailur Roja karya
Asy-Syathiri dan Kasyifatus Saja karya Nawawi Al-Bantani
Untuk fiqih lengkapnya dapat mempelajari matan Abu Syuja dengan
syarah terpentingnya yaitu Fathul Qarib karya Abdul Qasim Al-Ghazzi dan Al-Iqna
karya Khatib Asy-Syirbini, bisa juga ditambahkan kitab Kifayatul Akhyar dan
syarah yang memuat dalil-dalil intinya yaitu At-Tadzbi fi Adillati Matnil
Ghayah wat Taqrib karya Mushtafa Dib Al-Bugha
Di level ini juga bisa mempelajari matan Al-Yaqut An-Nafis karya
Ahmad bin Umar Asy-Syathiri dan syarahnya ditulis oleh Muhammad bin Ahmad
Asy-Syathiri
Level Mutawassith
Di level ini bisa mempelajari Umdatus Salik karya Ahmad bin
An-Naqib Al-Mishri dan matan Az-Zubad karya Ahmad bin Ruslan dan syarahnya
Ifadah As-Sadah Al-Umad karya Muhammad bin Ahmad Al-Ahdal dan Mawahibush Shamad
karya Ahmad bin Hijazi Al-Fasyani
Bisa juga ditambah dengan menelaah Hasyiah Al-Baijuri terhadap
Fathul Qarib. Dan juga Fathul Mu'in karya Al-Malibari syarah dari Qurrotul 'Ain
dan hasyiahnya I'anatu Ath-Thalibin karya Utsman bin Syatho Al-Bakri
Level Muntahi
Di level ini mempelajari matan paling inti dalam madzhab syafi'i
yaitu Minhajuth Thalibin karya imam An-Nawawi dengan mengkaji syarah-syarah
intinya yaitu Tuhfatul Muhtaj karya Ibnu Hajar Al-Haitami, Nihayatul Muhtaj
karya Jamaluddin Ar-Ramli dan Mughnil Muhtaj karya Khatib Asy-Syirbini. Bisa
ditambahkan juga Kafil Muhtaj karya Al-Isnawi dan Kanzur Raghibin karya
Al-Mahalli
Selain itu sambil ditelaah juga kitab Al-Wajiz Al-Ghazali dengan
Fathul Aziz karya Ar-Rafi'i, Al-Wasith karya Al-Ghazali, At-Tanbih dan
Al-Muhadzab karya Asy-Syirazi.
Puncaknya bisa mempelajari kitab Al-Majmu karya An-Nawawi dan
Al-Hawil Kabir karya Al-Mawardi yang tergolong fiqih muqarin. Juga mempelajari
Al-Umm karya imam Asy-Syafi'i.
Madzhab Hanbali
Level Mubtadi
Di level ini bisa mempelajari matan Akhshar Mukhtasharat karya Ibnu
Balban dengan syarahnya Kasyful Mukhoddarot karya Al-Bal'i, atau matan Umdatuth
Thalib karya Al-Buhuti dengan syarahnya Hidayatur Raghib karya Utsman An-Najdi,
atau Kafil Mubtadi karya Ibnu Balban dengan syarahnya Ar-Raudh An-Nadi karya
Al-Bal'i
Level Mutawassith
Di level ini mempelajari Zadul Mustaqni karya Al-Hajjawi dengan
syarahnya Ar-Raudhul Murbi' karya Al-Buhuti, atau kitab Dalil Ath-Thalib karya
Mar'i Al-Karmi dengan syarahnya Nailul Ma'arib karya Abdul Qadir bin Umar
Asy-Syaibani dan Manarus Sabil karya Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhauyan
Sambil menelaah hasyiahnya, yaitu hasyiah terhadap Ar-Raudhul
Murbi' yang ditulis oleh Ibnul Qasim dan Ibnu Fairuz (belum lengkap).
Level Muntahi
Di level ini mempelajari matan inti dari madzhab Hanbali yaitu
Muntahal Irodat karya Al-Futuhi dengan syarahnya yang ditulis oleh Al-Buhuti,
dengan hasyiahnya yang ditulis oleh Utsman An-Najdi. Kemudian mempelajari
Kasyaful Qina' karya Al-Buhuti sebagai syarah dari matan Al-Iqna karya
Al-Hajjawi. Juga mempelajari kitab Ghayatul Muntaha dan syarahnya yang ditulis
oleh Mar'i Al-Karmi dan hasyiahnya yang ditulis oleh Asy-Syathi.
Kemudian mempelajari Al-Muqni karya Muwaffaquddin Ibnu Qudamah
dengan syarah-syarahnya yaitu Al-Mubdi' karya Ibnu Muflih, Asy-Syarhul Kabir
karya Syamsuddin Ibnu Qudamah, Al-Inshaf karya Alauddin Al-Mardawi. Kemudian
kitab Al-Furu' karya Ibnu Muflih beserta tashihnya yang ditulis oleh Alauddin
Al-Mardawi dan hasyiahnya yang ditulis oleh Ibnu Qundas Al-Ba'li
Juga menelaah kitab Al-Kafi karya Muwaffaquddin Ibnu Muqadamah, dan
setelah itu menelaah kitab Al-Mughni, juga karya Muwaffaquddin Ibnu Qudamah.
Kitab Al-Mughni termasuk kitab fiqih muqarin karena di dalamnya menjelaskan
madzhab-madzhab lain.
Fiqih Muqarin
Setelah mempelajari fiqih madzhab, barulah kemudian mempelajari
fiqih muqarin. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, bahwa di masing-masing
madzhab ada kitab yang tergolong fiqih muqarin, yang terhitung kitab tertinggi
dalam level mempelajari madzhab. Namun ada pula yang tidak berangkat dari satu
madzhab. Berikut ini kitab-kitab intinya :
1. Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd Al-Qurthubi (madzhab Maliki)
2. Al-Isyraf karya Qadhi Abdul Wahhab (madzhab Maliki)
3. Al-Mughni karya Muwaffaquddin Ibnu Qudamah (madzhab Hanbali)
4. Al-Majmu Syarah Al-Muhadzab karya An-Nawawi (madzhab
Asy-Syafi'i)
5. Al-Mabsuth karya As-Sarokhsi (madzhab Hanafi)
6. Al-Muhalla karya Ibnu Hazm (madzhab Zhahiri)
7. As-Sailul Jarror karya Asy-Syaukani (tidak terikat satu madzhab)
Selain kitab-kitab khusus fiqih muqarin, dalam kitab-kitab tafsir
khususnya yang konsen membahas hukum-hukum seperti Al-Qurthubi dan lainnya juga
syarah-syarah hadits baik hadits-hadits khusus hukum maupun umum, biasanya
pensyarah mengemukakan perbandingan madzhab. Tujuannya agar ayat atau hadits
yang zhanni (memungkinkan dipahami berbeda) tidak dipahami secara sempit oleh
satu madzhab, kecuali di judul kitab dituliskan berdasarkan madzhab tertentu.
Ini penting untuk menyingkirkan sikap fanatik dan ghuluw terhadap madzhab.
Itulah kitab-kitab inti yang dapat dipelajari dalam pembelajaran
fiqih, yaitu fiqih madzhab dan fiqih muqarin. Ada pilihan-pilihan kitab
sebagaimana telah diuraikan. Untuk memilihnya dikembalikan kepada guru yang
mampu mengajarkannya dan murid yang siap dan layak mempelajarinya.
Manhaj pembelajaran ini penulis rangkumkan dari berbagai sumber dan
rekomendasi para ulama yang ahli di bidangnya.
Wallahu A'lam.