Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tag Populer

Kenikmatan Tidur & Malam Yang Menakjubkan



 َوَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتًا (٩) وَجَعَلۡنَا ٱلَّیۡلَ لِبَاسًا (١٠)

“Dan Kami telah menjadikan tidur kalian sebagai pemotong dari aktifitas (istirahat). Dan Kami telah menjadikan malam sebagai pakaian.” (QS. An-Naba : 9-10).



Allah mengingatkan ni’mat yang
dirasakan sehari-hari, yang bisa saja dilupakan dan dianggap sepele, yaitu
tidur. Padahal kalau kita mau merenungkannya, niscaya menjadi bukti yang kuat
akan keesaan Allah, karena hanya Dialah yang memberikan ni’mat tidur, Dia yang
mengaturnya sebagai sistem hidup bagi manusia. Juga sebagai bukti bagi hari
kebangkitan, bahwa tidur adalah saudara kandung dari kematian, kalau Allah
mampu membuat manusia bangun kembali dari tidurnya, maka tidak sulit bagi-Nya
untuk membangkitkan kembali setelah kematiannya.



Allah menyebutkan sifat yang
menakjubkan dari tidur ini, yaitu sebagai pemotong dari segala aktifitas, atau
istirahat.



Kata as-subat yang merupakan isim mashdar dari kata mashdar
as-sabtu
artinya  memotong. Maksudnya
di sini adalah, “Kami telah menjadikan tidur untuk kalian sebagai pemotong
dari pekerjaan fisik, dimana hal itu mesti didapatkan oleh badan”.
Adapun
diartikan dengan istirahat, ia sebagai tafsiran. Disebutkan subatan dalam
ayat ini sangat tepat sekali, karena dalam ayat berikutnya akan diberikan muqobalah
(kebalikan) darinya yaitu saat menyebutkan siang sebagai ma’asyan (untuk
mencari penghidupan), ma’asyan adalah kebalikan dari subatan. Selain
itu, ayat ini menunjukkan suatu sistem tidur yang sangat menakjubkan. Tidur
sebagai istirahat dari lelahnya tubuh setelah bekerja dan beraktifitas, ia
merupakan suatu pemberian Allah tanpa pilihan manusia, mengistirahatkan
saraf-saraf yang bagian terintinya ada di otak, hingga ketika bangun dari
tidur, saraf menjadi segar kembali untuk melakukan aktifitas berikutnya, dan
begitu seterusnya. Hingga ketika seseorang begadang pun, setelahnya akan
dikalahkan oleh rasa kantuk dan tidur, yang membuat tubuhnya beristirahat. Ini
sebagai kelembutan dari Allah
bagi manusia
untuk mengatur dengan baik ketahanan tubuhnya.





Ketika disebutkan tidur sebagai istirahat, akan tergambar bagaimana kondisi
tidur tersebut. Maka selanjutnya disebutkan waktu untuk tidur yaitu pada malam
hari. Malam adalah waktu yang sangat cocok untuk tidur karena kondisinya yang
gelap dan tenang. Malam juga merupakan sistem yang sangat menakubkan
menunjukkan keesaan Allah dan kekhususan dalam penciptaan dan pengaturan-Nya.
Ini juga untuk menggugurkan keyakinan orang-orang Majusi yang menganggap bahwa
kegelapan adalah yang menciptakan keburukan sedangkan cahaya yang menciptakan
kebaikan, sehingga mereka meyakini ada dua tuhan. Allahlah semata yang
menciptakan cahaya dan kegelapan dan semuanya baik bagi manusia. Kegelapan di
malam hari justeru sebuah karunia yang besar bagi manusia, agar mereka dapat
beristirahat dengan nyaman.



Allah menyebutkan sifat yang menakjubkan
dari penciptaan malam ini, yaitu sebagai pakaian.



Malam disebut sebagai libasan yang berarti pakaian, ini sebagai
sebuah tasybih (perumpamaan). Malam diserupakan dengan pakaian karena
memiliki sifat yang sama yaitu meliputi. Di bawah sifat meliputi ada tiga sifat
lainnya yang menghubungkan keduanya, yaitu pertama, menutupi. Dengan
kegelapannya, malam dapat menutupi penglihatan manusia sehingga mereka tidak
leluasa untuk melakukan berbagai aktifitas, dan kondisi seperti itu
mengarahkannya untuk beristirahat. Kedua, lembut bagi tubuh manusia. Seperti
halnya pakaian, malam juga lembut bagi manusia sehingga membuatnya nyaman untuk
tidur. Sehingga ada mufassir lain seperti Sa’id bin Jabir, Qotadah dan Suddi
yang menafsirkan subatan sebagai sakanan (ketenangan). Ketiga, menjaga.
Seperti halnya pakaian, malam dengan kegelapannya dapat menjaga manusia
dari berbagai bahaya dan juga serangan musuh, dimana biasanya musuh tidak akan
menyerang pada waktu malam. Jika malam tiba, mereka akan menunggu pagi hari
untuk melakukan serangan. Termasuk juga menjaga tubuh manusia dari sengatan
sinar matahari.




Wallahu A'lam

 (Muhammad Atim, Tafsir Sentuhan Al-Qur'an, Allamasat Al-Qur'aniyyah).

Maisy Institute
t.me/maisy_institute