DOA MENERIMA ZAKAT
Disunnahkan bagi
orang yang menerima zakat untuk mendoakan orang yang memberikan zakat kepadanya.[1] Dalilnya adalah ayat berikut
ini :
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ
وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ
“Ambillah zakat dari
sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka
dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketenteraman jiwa
bagi mereka.”(QS. At Taubah :103)
Adapun pilihan doa yang bisa dibaca ketika
menerima zakat diantaranya adalah :
Pertama
اللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى …
“Ya Allah berikanlah shalawat kepada (sebut nama dari yang membayar zakat).”[2]
Kedua
اللَّهُمَّ
بَارِكْ فِيهِ وَفِي أَمْوَالِهِ
“Ya Allah berkahilah dia dan juga hartanya.”[3]
Ketiga
آجَرَك اللَّهُ فِيمَا أَعْطَيْت وَجَعَلَهَا لَك
طَهُورًا وَبَارَكَ لَك فِيمَا أَبْقَيْت
“Semoga Allah memberikan pahala kepadamu
terhadap apa yang telah engkau berikan, semoga Allah mensucikanmu dan semoga
Allah memberkahimu harta yang masih ada bersamamu.”[4]
Kempat
Sedangkan dalam redaksi yang hampir serupa, berikut adalah do’a yang
masyhur di kalangan ulama-ulama Hanabilah :
آجَرَكَ اللَّهُ فِيمَا
أَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ لَكَ فِيمَا أبْقَيْتَ، وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُورًا
“Semoga Allah memberikan pahala kepadamu
terhadap apa yang telah engkau berikan, semoga Allah memberkahimu harta yang
masih ada bersamamu dan semoga Allah mensucikanmu.”[5]
Semoga bermanfaat.
[1] Imam Nawawi berkata :
وليس الدعاء بواجب على المشهور من مذهبنا
ومذهب غيرنا
“Hukum mendoakan ini tidaklah wajib menurut
pendapat yang masyhur dalam madzhab kami dan madzhab lainnya.” (Al Adzkar hal.
309)
[2] Lafadz ini didasarkan pada hadis berikut :
كَانَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاهُ قَوْمٌ بِصَدَقَةٍ
قَالَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ فَأَتَاهُ أَبِي بِصَدَقَتِهِ فَقَالَ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى
“Bila suatu
kaum datang menemui Nabi shallallahu‘alaihi wasallam dengan membawa sedekah,
beliau lalu mendo’akannya: “Allahumma shalli ‘alaihim” (Ya Allah, berilah
ampunan kepada mereka). Setelah itu bapakku menemui beliau sambil membawa
sedekahnya. Beliaupun mendo’akanya: “Allahumma shalli ‘ala ali abu Aufa. (Ya
Allah, berilah shalawat kepada keluarga Abu Aufa).”(HR. Bukhari)
[3] Doa ini didasarkan kepada hadits :
أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ سَاعِيًا ... فَجَاءَ بِنَاقَةٍ حَسْنَاءَ
فَقَالَ أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَإِلَى نَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
اللَّهُمَّ بَارِكْ فِيهِ وَفِي إِبِلِهِ
“Nabi shallallahu‘alaihi wasallam pernah mengutus seorang petugas pengambil zakat... Maka datanglah
seorang laki-laki dengan membawa unta
yang baik seraya berkata; ‘Aku bertaubat kepada Allah -Azza wa Jalla- dan
kepada Nabi-Nya shallallahu‘alaihi wasallam, ‘Maka beliau bersabda: ‘Ya Allah,
berikan berkah kepadanya dan kepada untanya.’ (HR. Nasai)
[4] Redaksi ini adalah doa yang dibaca oleh
imam Syafi’i, beliau berkata dalam al umm (2/64) : “Aku menyukai untuk membaca
:
آجرك الله فيما أعطيت